Filosofi di Balik Hantaran Adat Pernikahan Putri Raja Buol

Redaktur Pelaksana (Editor)

Bagikan informasi ini ke:

Bagikan informasi ini ke:

WhatsApp
Telegram
Facebook
Prosesi Mosakisi di Istana Raja Buol, Sabtu (20/04).(Foto : Fikri/Buolonline.com)
Prosesi Mosakisi di Istana Raja Buol, Sabtu (20/04).(Foto : Fikri/Buolonline.com)

BUOL, BUOLONLINE.COM- Prosesi adat dalam pernikahan Putri Raja Buol tidak hanya sekedar ritual biasa. Setiap detail dan hantaran yang disiapkan memiliki filosofi mendalam yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat setempat.

Pada prosesi Mosakisi atau penyaksian pada Sabtu (20/04) malam, hantaran berupa 12 toples menjadi ciri khas yang membedakannya dari masyarakat umum yang biasanya hanya menggunakan 8 wadah.

“Isi dari 12 wadah tersebut merupakan simbol adat yang tidak wajib diperlihatkan,” ungkap Dewan Adat Nurhayati Pagisih, selaku penanggung jawab tradisi.

Selain toples, hantaran lain yang disajikan adalah gula merah, minyak kelapa, dan pisang. Ketiganya memiliki makna filosofis yang mendalam.

“Minyak kelapa melambangkan kesabaran karena pembuatannya melalui proses panjang seperti diparut, diperas, hingga dimasak,” jelasnya

Sementara itu, pisang melambangkan makanan pertama yang masuk ke tubuh saat bayi baru lahir, sebuah tradisi turun-temurun yang masih dilestarikan hingga kini.

Melalui prosesi adat ini, masyarakat Buol menunjukkan penghormatan terhadap tradisi leluhur dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Prosesi ini juga menjadi saksi sejarah atas pernikahan Putri Raja Buol, Sriayudian Ningrum S. Turungku, dengan Muhammad Ikbal dari Desa Matinan.

Dengan menguak filosofi di balik setiap detail prosesi adat, masyarakat Buol berharap pernikahan Putri Raja ini akan membawa keberkahan dan menjadi tonggak baru dalam melestarikan warisan budaya yang adiluhung.

Reporter : Fikri Tatengkeng

Dapatkan info pilihan kami langsung di ponselmu. Gabung di Grup WhatsApp Buol Online, klik link berikut: chat.whatsapp.com/BuolOnline

Ikuti juga akun media sosial Buol Online dibawah ini:

BERIKAN KOMENTARMU

Subsribe
Beri tahu tentang
guest
0 Comments
Umpan Balik Sebaris
Lihat semua komentar

ARTIKEL TERKAIT