Jual Diatas HET, Ditemukan Pangkalan LPG Nakal Di Buol Sulteng!

Pemimpin Redaksi

Bagikan informasi ini ke:

Bagikan informasi ini ke:

WhatsApp
Telegram
Facebook
Tumpukan tabung gas di salah satu Pangkalan gas LPG di Kabupaten Buol (Foto Red.)
Tumpukan tabung gas di salah satu Pangkalan gas LPG di Kabupaten Buol (Foto Red.)

BUOL, BUOLONLINE.com – Masalah kelangkaan dan mahalnya Gas Elpiji (LPG) bersubsidi 3 kg di Kabupaten Buol Sulawesi Tengah sejak dua pekan terakhir masih terus bergulir.

Gas melon yang yang sejatinya diperuntukkan untuk warga miskin cukup sulit ditemui, jika memang ada masyarakat hanya bisa membeli dari pengecer liar dengan harga jauh di atas HET di kisaran Rp40.000 hingga Rp75.000 per tabung.

Terbaru, pasca puncak aksi protes warga pada Selasa (24/03), pihak Satgas dan Satpol PP Buol mulai melakukan pengawasan, target mereka para Pangkalan LPG yang menjual jauh di atas Harga HET dan Pangkalan yang menjual kepada pengecer liar.

Masih Ada Pangkalan LPG Menjual Diatas HET

Namun, sejak mulai aktifnya pihak berwenang melakukan Pengawasan, hasil investigasi wartawan kami, ditemukan pada Sabtu (30/3) masih ada Pangkalan resmi yang menjual Gas Elpiji hingga Rp35.000 per tabungnya.

Baca Juga:   Gas di Buol Langka dan Mahal, Mahasiswa Gelar Aksi Minta Pangkalan dan Pengecer Liar Ini Ditertibkan!

Tidak hanya menjual diatas harga, Pangkalan LPG terdaftar ini juga menahan stok gasnya untuk dibeli, pemilik beralasan sisa tabung gas di lapaknya sudah milik orang lain dan tidak lagi untuk di perjual belikan.

“Sudah habis, tinggal orang punya ini,” tolak Pemilik Pangkalan tersebut kepada wartawan, sementara di sudut bagian belakang pintu lapak tersusun rapi lebih dari 5 tabung yang masih tersegel.

Tanggapan Agen Penyalur

Sementara itu, pihak PT. Buol Jaya, Agen Penyalur yang menditribusikan kepada pangkalan tersebut menkonfirmasi jika memang masih ada beberapa mitranya yang tidak berkenan dengan harga yang telah disepakati bersama Pemda.

Baca Juga:   Razia Pangkalan LPG Nakal dan Pengecer Liar, Satgas Pemda Buol Segera Bergerak!

“Harga Rp30.000 itu adalah kesepakatan, tidak boleh menjual hingga Rp35.000, memang ada yang keberatan dengan harga ini, mungkin mereka itu yang berulah, secara aturan Pangkalan itu sudah salah, bisa di sanksi,” jelas Adam salah satu pengelola PT. Buol Jaya (30/3).

“Stok LPG di Pangkalan juga tidak bisa disimpan hanya untuk langganan, sistem pembelian dengan KTP itu sudah terintegrasi di Aplikasi seluruh pangkalan, jadi tidak ada pembeli yang dobel jika ikut Aplikasi, tidak perlu ditahan apalagi disembunyi,” sambungnya.

Terpisah, Bambang, Manager PT. Kaili Jaya yang juga merupakan penyalur LPG di Kabupaten Buol menjelaskan, pasca aksi protes masyarakat, Pemda termasuk pihaknya telah sepakat melakukan pengawasan dan sosialisasi kepada pangkalan dan pengecer liar.

Baca Juga:   Razia Pangkalan LPG Nakal dan Pengecer Liar, Satgas Pemda Buol Segera Bergerak!

“Mereka kebanyakan pedagang kecil, Kami utamakan Sosialisasi, hal ini telah Kami sampaikan kepada Pangkalan hingga diumumkan di masjid-masjid kepada masyarakat, ada pidana sanksi berat menanti, khususnya untuk para pengecer liar,” terang Bambang.

Sebelumnya, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Ir. Surianto Djumiran meminta masyarakat untuk bersama-sama mengawasi para pangkalan dan pengecer liar.

“Silahkan laporkan ke Kami jika warga menemukan ada Pangkalan dan pengecer yang melanggar, Kami akan tindak untuk memberikan efek jera,” ujar Surianto.

Dapatkan info pilihan kami langsung di ponselmu. Gabung di Grup WhatsApp Buol Online, klik link berikut: chat.whatsapp.com/BuolOnline

Ikuti juga akun media sosial Buol Online dibawah ini:

BERIKAN KOMENTARMU

Subsribe
Beri tahu tentang
guest
0 Comments
Umpan Balik Sebaris
Lihat semua komentar

ARTIKEL TERKAIT